Tokied4airi’s Blog











Membenahi Manajemen Pengelola Resiko Bank Syariah
Oleh:Aini Shofwatil Lamma’ah
Seiring dengan kemerosotan moral serta degenerasi politik dan ekonomi, dunia islam kehilangan vitalitasnya dalam semua aspek kehidupan. Dominasi asing sangat menentukan, untuk itu diperlukan suatu lembaga untuk mengembalikan lagi masa keemasan perekonomian islam dengan penghapusan riba yang selama ini selalu dianggap bukanlah suatu masalah yang besar oleh umat islam. Berawal dari harapan inilah perbankan syariah dimunculkan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan pasal 1 ayat 3. Bank syariah merupakan bank yang dalam aktivitasnya berdasarkan prinsip syariah, yakni prinsip jual beli dan bagi hasil.Prinsip operasional bank syari’ah adalah hukum islam yang yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits.
Produk perbankan syariah yang ditawarkan ialah seperti Wadi’ah, Mudharabah, Musyarakah, Muzara’ah , Musaqah, Bai’ Al Murabahah, Bai’ As Salam, Baik’ Al Ishtihna’, Ijarah, Wakalah, Kafalah Hawalah, Rahn dan akad lain yang sesuai dengan prinsip syari’ah.Murabahah adalah akad jual beli antara bank dan nasabah dengan pemberian barang oleh bank senilai dengan harga pokok suatu barang ditambah dengan keuntungan yang telah disepakati. kesepakatan dilakukan di awal perjanjian dengan nasabah , dimana sekali margin ditetapkan, tidak mungkin berubah. Sedangkan musyarakah merupakan akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk melakukan usaha tertentu dengan kesepakatan yang terjadi pada awal akad bahwa untung atau ruginya usaha tersebut ditanggung bersama. Berbeda dengan Al mudharabah yang merupakan akad kerjasama dari dua pihak, dimana yang satu adalah sebagai pemilik modal (Shahibul maal) sedang yang lainnya sebagai pengelola (mudharib). Jika mengalami kerugian bukan karena kesalahan mudharib, maka kerugian ditanggung oleh pemilik modal dan jika kerugian terjadi karena kelalaian dari pengelola, maka kerugian ditanggung pengelola (mudharib).
Ada beberapa permasalahan yang timbul seiring dengan tumbuhnya perbankan syariah sekarang ini. Salah satunya adalah terancam memburuknya sector perbankan terkait dengan pemberlakuan akad murabahah, yakni terancamnya perbankan syariah dengan adanya kredit bermasalah(NPF). Hal ini timbul akibat pengaruh krisis ekonomi yang menyebabkan menurunnya kemampuan bayar nasabah.Masalah timbul ketika margin antara nasabah pembiayaan dan bank telah disepakati, jumlah tersebut tidak boleh berubah . Ketika bunga kredit di bank konvensional naik, perbankan syariah tidak bisa menaikkan margin yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ketika kondisi kurang bagus, maka bank syariah harus berusaha lebih keras. Permasalahan lain mucul ketika perbankan syariah kekurangan sumberdaya manusia yang ahli dan kompeten di bidangnya.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan diatas.Salah satunya adalah Perbankan Syariah harus lebih selektif dalam memilih usaha yang dibiayai untuk mencegah NPF semakin tinggi.Untuk membiayai proyek dengan nilai yang besar, perbankan syariah dapat melakukan sindikasi sehingga resiko bank akan terbagi. Dapat juga dilakukan penjadwalan ulang pembiayaan dan melakukan kesepakatan dengan pihak nasabah untuk menyetujui bahwa apabila nasabah tidak mampu membayar tepat pada waktunya, maka unit usaha tersebut akan dijual. Untuk memenuhi kebutuhan akan sumberdaya manusia, maka diperlukan beberapa langkah untuk menciptakan banker syariah yang kompeten , salah satunya adalah dengan melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan perbankan syariah. Hal tersebut tergantung pada tingkat kemampuan bank dalam mengelola resiko sehingga semua kendalanya dapat segera teratasi dan bank berjalan sesuai dengan fungsinya.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: