Tokied4airi’s Blog











{Desember 15, 2009}   Metamorfosis: Menuju Manusia yang Seutuhnya

Judul : Hati, Diri,& Jiwa: Psikologi Sufi Untuk Transformasi
Penulis : Robert Frager, Ph. D.
Penerjemah : Hasyimiyah Rauf
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta
Edisi :Soft Cover; Cetakan III
Ramadhan 1426 H/ Oktober 2005 M
Halaman :314 hlm

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dibidang psikologi, khususnya perkembangan psikologi barat yang mulai meninggalkan aspek spiritual manusia menuju asumsi penalaran logis dan menafikan keimanan sebagai wujud pencapaian puncak tujuan hidup manusia menjadi latar belakang ditulisnya buku ini.
Penafian akan tujuan diciptakannya segala hal didunia ini, pengakuan terhadap ego dan penyembahan terhadap pengetahuan yang logis dan rasional menggiring manusia menjadi makhluk kering dan melupakan hakikat penciptaannya. Hal ini bertentangan dengan ajaran tasawuf para sufi yang mengakui bahwa keimanan adalah suatu wujud keyakinan akan kebenaran yang transenden dibalik segala hal yang bersifat materialistis dan kecerdasan akal manusia hanya sebagian kecil dari kecerdasan yang lebih tinggi lainnya, yang hanya dapat dikembangkan melalui amalan-amalan yang membawa kepada kebenaran spiritual dan makna kehidupan.
Hal ini telah disadari pada abad modern ini. Banyak sekali ilmuwan, pengusaha sukses dan cendikiawan mulai merasa kosong dengan hal-hal yang telah diperbuat selama ini. Tentu saja hal ini membuat manusia kehilangan gairah kehidupan dan merasa kosong, tak bermakna sehingga tidak lagi mengenal keagungan Tuhan. Diperlukan lebih dari suatu transformasi diri untuk membentuk manusia yang utuh kembali. Psikologi sufi merupakan suatu kebutuhan yang mutlak atas dimensi spiritualitas manusia tersebut.
Untuk itu, diperlukan suatu penataan ulang hati, diri dan jiwa manusia agar mencapai suatu keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Hati sebagai pemimpin atau raja haruslah arif dan cerdas, ia harus dapat menyingkap tabir keakuan karena ia merupakan kuil Tuhan dan rumah cinta.
Sedangkan diri atau nafs, sebagai suatu kota haruslah berjalan secara selaras dengan mematuhi kehendak sang raja, yakni hati. Karena dengan inilah, ia tidak akan menjadi musuh bagi kehidupan, melainkan akan menjadi teman yang sangat menguntungkan bagi manusia. Karena ia tidak dapat memegang kendali yang akan menghancurkan manusia.
Keselarasan antara hati dan nafs tidaklah lengkap tanpa adanya kondisi jiwa yang seimbang, masing-masing dari jiwa haruslah terpenuhi kebutuhannya secara wajar. Keseimbangan tersebut dapat memberikan kesehatan, pertumbuhan yang seimbang serta kehidupan yang bermakna.
Transformasi diri ini dapat dicapai melalui berbagai terapi psikologi spiritual, seperti puasa, ‘uzlah, berperilaku baik, melayani orang lain dengan perasaan tulus, berdzikir serta ingat akan datangnya kematian yang dilakukan secara kontinu. Tentu hal ini tidak dicapai begitu saja, dibutuhkan seorang pembimbing, dalam hal ini syekh, yang dapat mengajarkan muridnya agar mendekat untuk menyadari sifat batiniahnya melalui pemahaman personal dan kearifan sang syekh.
Buku “ Hati, Diri, & jiwa: Psikologi Sufi Untuk Transformasi”, karya Robert Frager yang diterjemakan oleh Hasyimiyah Rauf ini merupakan sebuah panduan untuk mentransformasikan diri menuju insan ilahiah.
Buku ini mampu memperlihatkan sisi lain dari tasawuf- psikologi sufi- yang bersumber pada kearifan dan kecerdasan spiritual untuk menjadi manusia yang utuh. Robert Frager mampu mengemas tasawuf sebagai budaya keislaman kuno menjadi hal baru yang asyik untuk dikaji. Tasawuf bukan lagi melulu hal yang sulit untuk dimengerti dan abstrak, tetapi telah menjadi suatu hal yang telah menyatu dengan kehidupan modern sekarang ini. Hal ini telah terbukti dengan berkembangnya kelompok-kelompok spiritual yang ada di berbagai negara. Dengan bahasa yang sederhana, dia mampu mengkomunikasikan dengan jelas makna dibalik pembahasan tersebut melalui cerita-cerita sufistik yang sarat dengan hikmah dan nilai-nilai spirituil.
Sebagai kritik, pada pendahuluan, penulis lebih cenderung untuk mengungkapkan pengalaman spriritualnya daripada isi buku tersebut. Akan tetapi hal ini dapat diimbangi dengan adanya pembahasan pertama yang mengemas tentang aspek-aspek utama yang dibahas dalam buku tersebut. Yakni tentang hati, diri dan jiwa.
Robert Frager atau Syekh Ragib Al-Jerahi, selain seorang mursyid sufi, beliau juga seorang profesor psikologi pada sebuah institute of Transpersonal Psychology di California.
(Aini Shofwatil Lamma’ah, mahasiswi semester II Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah, Program Studi Perbankan Syari’ah dengan NIM. 08.21.00004, Waturoyo, Margoyoso, Pati)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: